Selasa, November 08, 2011

untuk beberapa saat...waktu terhenti
mendendangkan ribuan godam menghujam ulu hatiku
untuk beberapa saat...waktu terhenti
mencabut segala rasa di hati
membuat rasaku mati...sendiri...
untuk beberapa saat....waktu terhenti
menderaskan tangis kepedihan, dan mengeringkannya kembali hingga kerontang
seperti kemarau panjang tak berkesudahan
untuk kemudian...aku harus kuat
ketangguhan dalam arti yang sebenarnya
tak lagi ada kepura-puraan yang menyesatkan
menyakiti hati setiap nafas yang berhembus di dekatku
meski untuk berkali-kali rasa yang kupunya dihidupkan
dan ditenggelamkan kembali oleh jiwa yang merana
untuk beberapa saat dalam hidupku
luka meluka begitu sempurna

Jumat, November 04, 2011

aku seorang diri
mendekam dalam sunyi
tlah kubawa segala pedih hati
cintaku tlah pergi
meninggalkanku sendirian dalam duri
aku kini tak lagi punya hati
yang utuh untuk kubagi bersama yang tlah pergi
hatiku hancur berkeping-keping
hidupku kini tiada berarti
sungguh rasanya luluh lantak
hingga tak lagi kurasakan ujung jari
yang bersayatkan luka hati
segalanya memudar
tak lagi berpendar

Jumat, Oktober 21, 2011

Gelisah Hati

suara-suara ini berkecamuk dalam hatiku
aku kuat karenamu
pun aku rapuh karenamu
sungguh ku tak ingin kau pergi
rasanya hidupku direnggut kembali jika kau pergi
meski kadang hatiku meliar
menghalau air mata dengan tegar
aku bukanlah apa-apa tanpamu

Rasa Sunyi

aku kini menjalin sunyi
mengasihi hati yang sendiri
dimanakah rasa itu
rasa yang pernah membangkitkan aku dari mati
aku terluka
aku terlunta

Rabu, Oktober 12, 2011

Bintang dan Ilalang

hapuskanlah air mata ini Tuhan
tidurkanlah aku bersama gugusan bintang
tenangkan hatiku bersama sang rembulan
jangan suguhkan aku mimpi yang berulang

biarkan ilalang membisikkan nyanyian malam
yang syahdu untukku seorang
biarkan sentuhannya menghalau temaram
menepis asa kelam yang membuatku meregang

Minggu, Oktober 09, 2011

Berteman Sunyi

aku bukan lagi menganyam mimpi
aku yang kubilang liar
tak ubahnya seperti gadis bisu dan tuli
serasa mulut berceloteh gusar
tapi kata dan suaranya hanya bergaung dalam hati

aku ini sunyi, sepi, sendiri
terpuruk di sudut hingga kepala melingkar di kaki
menangisi apa laku ku ini?
betapa tololnya aku ini

secarik kertas menantiku untuk kuisi mimpi
mimpi-mimpiku melambai tak sabar ingin kuhampiri
mengapa aku masih terpaku disini?

Jingga

semesta bertasbih menyambut pergantian malam
ada cinta di setiap sudut dimana bulir-bulir hujan bersemayam
senja menoreh jingga
menghapus lara di pelupuk mata
oh, angkasa...
betapa ingin ku mengelana
mereguk cinta di atas sana

Dua Dunia

aku terlahir tanpa cinta
tumbuh merangkak melalui peri tak terkira
aku tak ingat apapun saat lahir selain lara
ada luka menganga bak lubang neraka
alamku tanpa cinta
penguasa tanpa cinta
lenguh dalam nestapa
membaca pikirmu ibarat membaca peta
membaca hatimu layaknya larik jiwa
aku terpana, terasing akan cinta yang kau puja
cinta yang ku kenal adalah kewajiban, buai semata
cinta yang kau kenal adalah takdir untuk mencinta
cinta yang kau kenal adalah keindahan
keindahanmu bagiku alunan metafora
manakah yang harus kupercaya?
cintamu...
cintaku...

Semangat Kembang Api

Ini pertama kalinya aku menulis blog lagi di awal 'hidup'ku yang baru, setelah sebelumnya kututup semua jejaring sosial, chatting, bahkan kuhapus postingan blog lama. Bagi sebagian orang yang pernah mengalami masalah kehidupan, mungkin mereka akan berkata 'Give me my life back, I want my life back' dan bagiku... 'I want to Live'

Menata kehidupan itu memang tidak mudah, selalu ada rintangan in every step that I take, tapi masalahnya...ternyata aku belum memulai step apapun dalam hidupku yang baru. Seseorang berkata bahwa untuk menuju 'terang' akan banyak sekali rintangannya, dibutuhkan perjuangan yang keras dan semangat yang tinggi untuk mencapainya. Dan katanya semangatku saat ini adalah semangat kembang api, awalnya berpendar-pendar dan indah, tapi akhirnya memudar padam, akhirnya mati. Ya..aku harus mengakui bahwa aku terlalu lemah, bahkan untuk bersemangat pun aku lemah.

Mulai sekarang aku coba untuk tidak hanya diam, aku coba untuk kembali melakukan hal-hal yang dulu sempat terhenti. Ngomong-ngomong rasanya lega juga untuk beberapa waktu tidak dijejali dengan aktivitas jejaring sosial, seperti kembali lagi ke jaman dulu, rasanya memang sepi...tapi sepi inilah yang kubutuhkan, untuk fokus pada diri sendiri, dan fokus pada pengobatan dan pemulihan diri, setelah semua yang terjadi. Semoga aku bisa, aku kuat, dan bersemangat, tidak lagi hanya menjadi semangat kembang api