Senin, Juli 02, 2012

Pendosa

andai saja aku mampu mengulang waktu
aku tak akan memperburuk diriku yang sudah hina di matanya
takkan ada hati yang hancur menjadi serpihan debu
takkan ada menuai keluluhlantakkan
takkan ada menanam peri tak terkira
angin kering kerontang menyelimuti raga yang dihunjam parang
akulah parang itu, akulah angin itu
sang pendosa yang ingin sempurna



Minggu, Juli 01, 2012

Apa dan siapa

siapakah aku?
meragu, mencekam jiwa yang rapuh
sungguhkah aku tak punya hati?
sungguhkah aku tak punya  rasa?
apakah aku?

Selasa, November 08, 2011

untuk beberapa saat...waktu terhenti
mendendangkan ribuan godam menghujam ulu hatiku
untuk beberapa saat...waktu terhenti
mencabut segala rasa di hati
membuat rasaku mati...sendiri...
untuk beberapa saat....waktu terhenti
menderaskan tangis kepedihan, dan mengeringkannya kembali hingga kerontang
seperti kemarau panjang tak berkesudahan
untuk kemudian...aku harus kuat
ketangguhan dalam arti yang sebenarnya
tak lagi ada kepura-puraan yang menyesatkan
menyakiti hati setiap nafas yang berhembus di dekatku
meski untuk berkali-kali rasa yang kupunya dihidupkan
dan ditenggelamkan kembali oleh jiwa yang merana
untuk beberapa saat dalam hidupku
luka meluka begitu sempurna

Jumat, November 04, 2011

aku seorang diri
mendekam dalam sunyi
tlah kubawa segala pedih hati
cintaku tlah pergi
meninggalkanku sendirian dalam duri
aku kini tak lagi punya hati
yang utuh untuk kubagi bersama yang tlah pergi
hatiku hancur berkeping-keping
hidupku kini tiada berarti
sungguh rasanya luluh lantak
hingga tak lagi kurasakan ujung jari
yang bersayatkan luka hati
segalanya memudar
tak lagi berpendar

Jumat, Oktober 21, 2011

Gelisah Hati

suara-suara ini berkecamuk dalam hatiku
aku kuat karenamu
pun aku rapuh karenamu
sungguh ku tak ingin kau pergi
rasanya hidupku direnggut kembali jika kau pergi
meski kadang hatiku meliar
menghalau air mata dengan tegar
aku bukanlah apa-apa tanpamu

Rasa Sunyi

aku kini menjalin sunyi
mengasihi hati yang sendiri
dimanakah rasa itu
rasa yang pernah membangkitkan aku dari mati
aku terluka
aku terlunta

Rabu, Oktober 12, 2011

Bintang dan Ilalang

hapuskanlah air mata ini Tuhan
tidurkanlah aku bersama gugusan bintang
tenangkan hatiku bersama sang rembulan
jangan suguhkan aku mimpi yang berulang

biarkan ilalang membisikkan nyanyian malam
yang syahdu untukku seorang
biarkan sentuhannya menghalau temaram
menepis asa kelam yang membuatku meregang